III.19. Pernyataan Mengenai Golongan yang Selamat

Pernyataan Salafy:

Saudaraku kaum muslimin !

Disamping kewajiban merealisasikan tauhid dan menghindari hal-hal yang bertentangan dengannya atau yang dapat menafikkanya, kita juga mesti berusaha agar tetap berada didalam lingkungan metode (manhaj) Ahlussunnah Wal Jama’ah “Alfirqah An Najiyah”(golongan yang selamat) dalam segala aspek, baik akidah maupum mu’amalah (tingkah laku). Yaitu metode generasi pertama (salaf) umat ini, dari kalangan sahabat dan orang-orang setelah mereka. Ahlus Sunnah memiliki metode (manhaj) dalam bab (iman) kepada Asma dan sifat (nama-nama dan sifat-sifat Allah) dan masalah-masalah (akidah) lainnya. Demikian juga halnya dengan masalah-masalah suluk (kelakuan), akhlak, mu’amalah dan ibadah serta segala aspek kehidupan, mereka memiliki manhaj yang jelas.

Baca lebih lanjut

III.18. Pernyataan bahwa Bersumpah atas Nama Selain Allah adalah Syirik

Pernyataan Salafy:

Bersumpah atas nama selain Allah, seperti bersumpah atas nama Nabi, atas nama amanah dan lain-lain. Nabi saw bersabda : “Barang siapa yang bersumpah atas nama selain Allah, maka sesungguhnya ia telah kafir atau syirik” (HR Tirmidzy) dan dihasankannya.

Baca lebih lanjut

III.17. Pernyataan bahwa menghukum dengan hukum selain hukum Allah adalah tidak sesuai dengan syari’at Islam

Menghukum dengan selain hukum Allah dan menempatkan undang-undang (buatan manusia) pada posisi hukum syari’at Nya dengan keyakinan bahwa undang-undang tersebut lebih relevan (sesuai) untuk dijadikan huukum positive dari hukum syariat Allah atau berkeyakinan bahwa undang-undang tersebut sama saja atau bahkan lebih tinggi dudukannya dan lebih besar sesuai dengan perkembangan zaman sekarang. Sikap manusia yang menerima saja pandangan seperti ini, termasuk yang dapat menafikan tauhid.

Baca lebih lanjut

III.16. Pernyataan bahwa Memuliakan Orang Shalih adalah Syirik

Pernyataan Salafy:

Memberikan loyalitas (wala’) kepada orang-orang kafir dan munafik dengan cara menghormati, memuliakan, mencintai dan bangga dengan mereka, bahkan memanggil mereka dengan panggilan “Sayyid” (tuan yang mulia)

Baca lebih lanjut

III.15. Pernyataan bahwa Melukis / Mengagungkan / Memajang Gambar Makhluk Bernyawa adalah Dosa Besar

Pernyataan Salafy:

Melukis gambar – gambar makhluk bernyawa, mengagungkan atau menggantungkannya di dinding atau ditempat-tempat pertemuan dan sebagainya.

Baca lebih lanjut

III.14. Pernyataan bahwa Memberi Nama Haruslah Sisandarkan kepada Nama Allah

Pernyataan Salafy:

Memberikan nama seseorang dengan “Abdun Nabi (Hamba Nabi)”, “Abdul Ka’bah (Hamba Ka’bah)”, atau “Abdul Husain (Hamba Al Husain)”. Nama-nama seperti ini tidak boleh digunakan dalam agama. Akan tetapi, nama-nama yang mengandung ‘ubudiyah (makna penghambaan) mesti disandarkan kepada nama Allah semata, seperti “Abdullah” dan “Abdul Rahman”.

Baca lebih lanjut

III.13. Pernyataan bahwa Bergantung kepada Nabi Saw adalah Syirik

Pernyataan Salafy:

Perkataan : “ karena kehendak Allah dan kehendakmu “, atau : “ kalau bukan karena Allah dan karena si anu“, atau : “Saya bergantung kepada Allah dan kepadamu“. Padahal ia mesti menggunakan kata “ kemudian “ (sebagai ganti kata “dan”) dalam ungkapan-ungkapan diatas. Hal ini berdasarkan perintah Rasulullah saw, bahwa apabila seseorang bersumpah hendaklah ia mengatakan (ungkapan seperti ini) : “ Demi Tuhan (Yang memiliki) Ka’bah “ atau : “ karena kehendak Allah, kemudian kehendakmu “. HR. An Nasa-i.

Baca lebih lanjut